Saturday, July 16, 2016

Belajar Menanam Bawang Merah

Dalam belajar menanam bawang merah ini aku menggunakan beberapa tempat yang berbeda, yaitu:

1. Menggunakan polibag ukuran 15 cm
2. Menggunakan kaleng bekas cat 5 kg
3. Menggunakan plastik aqua bekas tapi ini yang agak besar dikit
4. Dibiarkan di tanah yang bercampur pupuk lembab.

Media yang digunakan semuanya mirip mirip, tanah + kompos + arang sekam + pasir sedikit. Jadi dalam percobaan ini saya belum membeda bedakan media, hanya tempatnya saja yang berbeda karena ukurannya yang berbeda, sedangkan treatment pemupukan nantinya adalah sama, semua menggunakan pupuk cair buatan sendiri dari kompos kotoran burung puyuh dan sedikit pupuk NPK.

Percobaan dimulai tanggal 5 Juli, penanaman ada yang tanggal 5 Juli dan ada yang 7 Juli, serta ada yang tanggal 9 Juli.

Hasil yang sudah didapat:

  1. Akar bawang akan tumbuh pada hari ke 3 secara rata rata pada beberapa tanaman sama hanya jika media terlalu basah pertumbuhan akar akan terganggu dan akan lebih lembab dan malah bisa gak jadi tumbuh dan busuk.
  2. Pertumbuhan akar bawang akan bisa teramati jika ditanam di plastik aqua bekas bisa dilihat pada gambar dibawah.
  3. Daun bawang baru mulai keluar setelah tanaman berusia 10 hari yaitu pada hari ini tanggal 16 Juli 2016 seperti terlihat pada gambar dibawah.





Bawang Merah Usia 1 Minggu Tanam

Bawang Merah Usia 10 hari tanam

Dengan memotong bagian ujung bawang merah pertumbuhan daun bisa lebih cepat sekitar 5 hari sudah terlihat mulai tumbuh asalkan beberapa persyaratan bisa terpenuhi seperti:
  1. Kelembababan media tanam sesuai dalam hal ini tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering, jadi kalau dilahan terbuka hal ini akan susah terjadi karena hujan dengan bebas bisa menerpa tanaman yang baru ditanam sehingga malah menghambat pertumbuhan daun pertama.
  2. Media tanam sudah cocok untuk tumbuhan dalam hal ini kompos sudah benar benar jadi sehingga dapat menyatu dengan tanah dan bersifat menyuburkan tanah, apabila kompos belum jadi maka dapat saja menghambat pertumbuhan akar sehingga daunpun akan lambat tumbuhnya. Umbi bawang yang ditanam bisa saja malah mati karena kompos masih mengeluarkan gas gas yang membusuk.
  3. Bibit yang kita tanam memang kualitasnya masih bagus jadi memenuhi persyaratan sebagai bibit, jika bibit terlalu tua atau terlalu muda bisa saja jadi lebih lama tumbuhnya.
Gambar diatas saya ambil tanggal 16 Juli 2016 pagi hari belum terlihat terlalu jelas daun yang tumbuh kira kira baru 0,5 cm dan pada hari ini tanggal 17 Juli 2016 malam jam 19:00 saya ukur daun bawangnya sudah setinggi 4,5 cm pertumbuhan yang sangat cepat. dalam 36 jam sudah bertambah 4 cm, jadi pertumbuhannya 1 cm per 9 jam. Sedangkan pada tanggal 18 Juli 2016 jam 20:00 panjangnya sudah mencapai 7 cm jadi sudah nambah 2,5 cm.

Hal yang sering terjadi pada penanaman umbi bawang merah yaitu akar sudah tumbuh tetapi pertumbuhan daun terhambat karena bagian atas sudah mulai membusuk, ini bisa terjadi disebabkan karena kondisi media tanam yang tidak cocok atau terlalu basah atau umbi terkena siraman air bisa juga air hujan sehingga bagian atas sudah mulai membusuk. Jika hal ini terjadi daun akan cepat tumbuh jika bagian atas yang membusuk dipotong sehingga daun akan mudah untuk keluar dari umbi. Untuk penanaman skala kecil kita bisa dengan mudah mengontrol penanaman bawang dengan terlebih dahulu membiarkan bagian akar tumbuh yaitu sekitar 3 hari, baru pada hari ke 4 bagian atas dipotong seperti pada gambar dibawah. Saya memotong bagian atas karena terlihat membusuk dan daun sulit untuk tumbuh, setelah dipotong dalam satu hari sudah terlihat pertumbuhan daun. Jadi penanaman bawang sebenernya bisa dipercepat dengan menumbuhkan daun pada hari ke 5 setelah tanam umbi.

Ujung Umbi dipotong setelah 3 hari

Apakah bawang akan bisa tumbuh besar di semua media? Bagaimana pertumbuhannya?  kita lihat nanti bersama pada blog saya selanjutnya.

Hasil yang didapat setelah dipanen sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan bawang merah yang ditanam di media terbatas seperti dalam gelas plastik (lebih besar dari aqua gelas) memang masing bisa tumbuh dengan subur dan dapat berbuah, tetapi tidak akan maksimal walaupun kita pupuk dengan pupuk organik cair dari larutan kompos kotoran puyuh dan dicampur NPK. Buah yang dihasilkan kurang maksimal dan perkembangan jadi terbatas karena tempat yang terbatas tentunya.
  2. Penanaman dalam polybag atau pot dengan ukuran yang lebih besar akan dapat menghasilkan pertumbuhan bawang yang maksimal karena ternyata bawang merah bisa berkembang sampai menjadi 10 cabang (buah) walaupun pada bawang bawang yang kecil akan bercabang hanya 4 dan bahkan hanya 2 saja. Bisa dilihat pada gambar dibawah.
Rumpun Bawang Merah


Nah itu gambar bawang yang sudah dipanen, lumayan agak besar besar, tetapi selain volume media yang berpengaruh terhadap besarnya buah bawang, ternyata bawang ini dipengaruhi musim. Pada musim kemarau buahnya kecil kecil bukan karena masalah kurang supply air tetepai juga karena memang cuaca yang panas sangat mempengaruhi pertumbuhan bawang, sehingga kalau kita beli bawang pada musim kemarau rata rata buahnya kecil kecil. Nah sekarang (Oktober) sudah musim hujan kalau kita beli di pasar banyak yang buahnya besar besar, nah ini dia hasil panenan di musim hujan.



Hal lain yang ingin saya coba mengenai tanaman bawang ini adalah bagaimana jika bawang ditanam dari tanaman yang sudah tumbuh, yaitu dengan memecah rumpun bawang merah yang sudah tumbuh dan membentuk umbi kemudian kita pecah pecah ke tempat yang baru apakah hasilnya bagus. Mari kita coba....

Dibawah ini adalah asal rumpun bawang merah seperti gambar diatas yang ada keterangannya rumpun bawang merah.

Kebetulan dari bawang merah yang sudah tumbuh di bekas kaleng cat diatas beranak menjadi 10 anak bawang merah jadi sebagian dipanen sedangkan sebagian lain dipindah ketempat yang baru menjadi seperti dibawah ini.


Perbanyakan dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2016, apakah akan berbuah dan seberapa cepat akan membentuk umbi bawang yang baru, lebih lama apa lebih cepat? Coba kita tunggu bersama.....

Selamat mencoba ..................

No comments: