Sunday, August 7, 2016

Belajar Memelihara Burung Puyuh

Dalam blog ini saya sudah menulis tentang budidaya ikan gurame berikut dengan bermacam macam kesulitannya dalam memelihara ikan gurame dari telor. Saya juga sudah mencobanya dari menetaskan telor sampai mencapai gurame dewasa hanya saja tidak sampai bertelor. Mengapa kok kemudian jadi menulis tentang budidaya burung puyuh, ini bukan tiba tiba saja berubah dan tanpa sebab. Setelah beberapa kali mencoba ternyata anak anak ikan gurame akan cepat besar jika kolamnya dipupuk dengan kotoran burung puyuh tetapi jangan berlebihan karena kalau terlalu banyak masuk ke dalam kolam ikan gurame akan mati keracunan karena terlalu busuk airnya. Malahan jika bisa mengatur dengan pas dalam memelihara ikan gurame tidak perlu membeli makanan karena sudah disuply dengan kotoran burung puyuh. Selain itu juga bisa diterapkan untuk memelihara larva ikan patin, hasilnya memang tidak terlalu memuaskan dari 100 ribu larva ikan patin baru bisa hidup 5000 ikan patin tanpa perlu diberi makanan tambahan sampai usia benih dijual.

Buruang Puyuh
Nah setelah mencoba untuk belajar memelihara burung puyuh sendiri, baru permasalahan baru dalam memelihara burung puyuh timbul seperti masalah kotoran burung yang menumpuk, bau yang menyengat, ukuran telor yang tidak seragam, memberi makanan yang merepotkan, membuang kotoran yang bikin capek, memberi minuman yang bikin capek sampai bagaimana memisahkan puyuh jantan dan betina, bagaimana mengenali telor fertil dan non fertil. Banyak hal yang tidak sulit tetapi kalau belum pernah mengenal dan belajar tentunya akan awam dan tentu saja jadi gak tahu.

Nah dari banyak masalah yang timbul kemudian kita selesaikan satu per satu, ternyata yang paling merepotkan adalah masalah kotoran burungnya. Sehingga kemudian perlu untuk mencoba berbagai cara untuk memanfaatkan kotoran burung ini agar tidak menumpuk. Antara lain mencoba membuat pupuk cair dari kotoran burung, membuat kompos dari kotoran burung, menanam bawang merah di Polybag, menanam kangkung di atas stereroform dan lain sebagainya. Itu semua dalam rangka mengolah dan memanfaatkan kotoran burung puyuh. Tentu tidak semua percobaan tersebut berjalan sukses ada beberapa yang tidak berhasil tetapi beberapa berhasil dicoba dan memanfaatkan kotoran burung puyuh.

Kotoran Burung Puyuh
Jadi dalam belajar memelihara burung puyuh yang jumlahnya ribuan tidak memerlukan tempat yang luas tetapi membutuhkan lahan yang luas buat memanfaatkan kotorannya, nah ini yang bisa menjadi kendala dan mahal harganya. Bisa bisa usaha kita berhenti ditengah jalan gara gara dikomplen warga. Jadi sebelum kita benar benar ingin membesarkan usaha burung puyuh ini kita harus bisa menyelesaikan permasalahan yang akan timbul nantinya. Kita tidak bisa mengandalkan orang lain yang akan mengambil kotorannya karena begitu mereka berhenti mengambil, burung kita akan tetap mengeluarkan kotoran setiap harinya.

No comments: