Benih dan Harga Jual Gurame di Purwakarta

Benih Ikan Gurame dijual dalam berbagai ukuran, dari mulai telor gurama, ukuran butir beras, ukuran satu jari, ukuran dua jari, ukuran 3 jari sampai ukuran 5 jari. Ukuran untuk benih yang paling besar biasanya sampai 5 jari dan bisa dipelihara dalam waktu 5 bulan lagi sudah bisa dipanen dan dijual sebagai ikan konsumsi yang biasa di jual di restoran restoran.

Harga benih gurame bisa berubah ubah sewaktu waktu sehingga tidak bisa dipastikan harganya, terutama harga telornya, karena peternak ikan masih mengandalkan perkawinan secara alami dan tergantung sekali dengan cuaca atau iklim pada saat gurame dipijahkan.

Saturday, May 23, 2015

Cara Mensortir Puyuh Betina dan Jantan

Ini memang tulisan dari Blog orang tapi sudah saya ringkas dan tulisan yang berbelit belit saya hapusin. Inti dari bahasan ini adalah kita ingin menghasilkan telur yang fertile atau subur sehingga bisa ditetaskan. Tinggal mencampur 4 betina VS 1 jantan dalam satu kandang mereka akan melakukan prosess kawin kemudian dapat menghasilkan telur fertil yang bisa ditetaskan. Masalah persilangan warna, persilangan jenis, persilangan tidak sedarah, DLL sangat menjadi penentu bagus jeleknya bibit DOQ yang kita ciptakan. Para master puyuh di luar sana masih terus berkutat dalam masalah persilangan untuk mendapatkan hasil bibit yang sangat baik. Intinya, susah-susah gampang dalam proses pembibitan burung puyuh petelur.

Kebanyakan peternak pemula lebih memilih bibit DOQ final stock (FS) sebagai awal untuk memulai beternak burung puyuh petelur. FS itu artinya Final Stock yang mana biasanya bibit FS dapat di pastikan minimum 98% adalah betina dengan warna bulu coklat. Final Stock bisa dibeli pada peternak yang sudah professional yang menjual bibit puyuh betina. Jika kita membelinya ke patani tradisional maka belum bisa dipastikan berapa persen betina dan berapa persen jantan bahkan dari warna bulunya belum disa diketahui mana yang betina dan mana yang jantan. Adapun singkatan dari istilah istilah peternakan adalah sebagai berikut:

SS = Standar Stock
GPS = Grand Parent Stock
PS = Parent Stock
FS = Final Stock

SS = Standar Stock
Bibit SS biasanya dihasilkan dari persilangan warna dan jenis yang tidak beraturan. Jika bibit SS dari hasil FS dikawinkan dengan jantan yang warnanya tidak beraturan. Hasilnya pun pada saat setelah proses penetasan jenis kelamin jantan dan betina belum bisa ditentukan melalui warna bulu. Begitupun untuk jenisnya, lebih condong ke jenis yang mana belum bisa deketahui sebelum puyuh berusia remaja.

Biasanya para peternak mencetak bibit SS untuk mendapatkan hasil GPS. Setelah puyuh berusia remaja dan dapat diketahui jenis kelaminnya, baru bisa dilakukan sortir. Sortir dilakukan menjadi 4 bagian yaitu,

1. Memisahkan betina berwarna hitam
2. Memisahkan betina berwarna coklat
3. Memisahkan jantan berwarna hitam
4. Memisahakan jantan berwarna coklat

Untuk amannya dan menghidari kawin sedarah atau satu indukan biasanya kami mencari/membeli puyuh jantan dari peternak lain di luar daerah, dan kalau didapat kamu mencari dari type yang berbeda.

Nah, setelah melalui proses panjang pemilihan, hasil betina SS dapat dikategorikan menjadi GPS dan FS. Gimana membedakannya? Betina coklat dapat dikategorikan menjadi FS, sedangkan betina hitam dapat dijadikan GPS. Betina FS (betina berwarna coklat) kebanyakan hanya dijadikan sebagai puyuh petelur biasa, hasil telurnya hanya dijadikan sebagai telur konsumsi, tidak untuk dikawinkan. Sedangkan betina GPS (betina berwarna hitam) dapat dijadikan sebagai indukan untuk kemudian dikawinkan.

GPS = Grand Parent Stock.
GPS dihasilkan dari pemilah dari persilangan acak warna yang tidak beraturan antara betina FS (betina berwarna coklat) dengan jantan berwarna hitam atupun coklat. GPS dihasilkan dari penyortiran bibit SS yang mana betina berwarna hitam dapat dikategorikan menjadi bibit GPS, walaupun belum belum sepenuhnya menjadi GPS. Dan perlu anda ketahui GPS adalah induk dari PS, PS adalah induk dari FS. Perosesnya memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk proses pemilahan. Jadi Bibit PS jika dikawinkan akan menghsilkan FS.

Untuk penyortiran dilakukan cara cara berikut:
Usahakan melakukan pem’breadingan disaat usia betina sudah siap dibuahi jantan. Biasanya kami memilih betina yang telah berusia 4 bulan sejak usia 0 hari, kemudian disilang dengan pejantan muda berusia 2,5 bulan. Jantannya wajib berwarna hitam dan kalo bisa jantannya dicari dari peternak di luar daerah anda. Kemudian betina hitam dan jantan hitam disatukan dalam satu kandang, perbandingannya 4 betina VS 1 jantan. Setelah 2 minggu menunggu kawin dalam kandang telurnya bisa diambil untuk di tetaskan.

Hasil penetasannya pasti akan tetap keluar DOQ berwarna hitam & coklat. Butuh waktu lama untuk menghasilkan DOQ 100% berwarna hitam dan saya rasa mustahil, karena pengalaman saya selama beternak, walaupun sudah jantan & betinanya berwarna hitam tetap saja ada tekstur coklat pada bulu puyuhnya.

Setelah berjalan beberapa bulan hasil persilangan betina hitam dengan jantan berwarna hitam kita bisa langsung mensortir / memilih betina yang tekstur hitamnya lebih dominan ketimbang tekstur coklatnya. kurang lebih jika diperhatikan seekor puyuh betina GPS memiliki warna 85% hitam 15% coklat.

Inilah cikal bakal dari PS. Jadi benang merahnya adalah bibit GPS yang sudah memiliki warna 100% hitam dapat dikategorikan menjadi PS (parent stock).

PS = Parent Stock
bibit GPS (betina hitam) yg telah dikawin silangkan dengan dengan jantan berwarna hitam pekat akan dapat menghasilkan bibit PS/parent stock dengan catatan hasil penetasanan betina berwarna hitam mencapai 98%.

Contoh :
  • Setelah betina GPS (berwarna hitam) telah diseleksi kita kawinkan dengan jantan berwarna dominan hitam.
  • Anggap saja kita ambil sempel 500 butir telur fertile dikumpulkan (maksimal 1 minggu), kemudian masukkan ke mesin penetas. Setelah 17 hari puyuh akan menetas, mudah-mudahan yg menetas semua berwarna hitam. Namun saya rasa amat jarang terjadi.
  • Ok, terlepas dari hitam atau coklat hasil penetasannya, kita anggap penetasan berhasil hanya 70% atau yg berhasil menetas dengan sempurna hanya 350 ekor dari 500 butir.
  • Dari total 350 ekor yg menetas apakah 100% berwarna hitam? Atau ada 1-2 ekor yg berwarna coklat? Atau ada beberapa ekor yg memiliki tekstur warna bulu kecoklatan?
  • Jika 100% yg menetas berwarna hitam, saya ucapkan selamat. Berarti anda telah berhasil memiliki bibit PS.
  • Jika ada 1-2 ekor atau lebih ada yg berwarna coklat, selama tidak melebihi 5% dari hasil penetasan maka boleh dibilang tingkat keberhasilan baru mencapai 95%. Namun betina hitam sudah dapat dikategorikan menjadi PS dengan tingkat keakuratan akan menghasilkan bibit FS 95% s/d 97% (final stock dijamin betina coklat saat baru menetas) jika di kawinkan dengan pejantan berwarna coklat tanpa ada tekstur hitam.
  • Jika hasil penetasan masih ada tekstur berwarna coklat bahkan tekstur coklatnya cukup jelas maka betina hitam tetap dapat dikategorikan sebagai PS namun masih memiliki gen warna coklat. Lakukan pemurnian kembali dengan mencari jantan yg memiliki warna benar-benar hitam.
Ok, intinya dari semua ini adalah, bibit PS (betina betul-betul berwarna hitam) dapat dihasilkan melalui proses panjang mengawinkan bibit GPS (betina hitam) dangan pejantan berwarna hitam pekat. Nahhh, jika semua proses ini telah dilakukan maka anda akan berhasil membuat bibit PS yg nantinya jika dikawinkan akan menghasilkan FS (Final Stock). Yang mana bibit FS sudah dapat diketahui jenis kelamin jantan dan betina saat baru menetas dengan cara membedakan warna.

FS = Final Stock
FS/final stock adalah istilah umum untuk bibit puyuh yang sudah dapat diketahui jenis kelaminnya sejak baru menetas dengan metode membedakan warna. Yang mana bila berwarna coklat sudah dapat dipasti berjenis kelamin betina dan yang berwarna hitam sudah pasti jantan. Di atas sudah saya tuliskan bagaimana caranya kita bisa menghasilkan bibit FS.

Umumnya para peternak menjual bibit FS (dari peternak professional) kepada peternak lain atau kepada para pemula yang mau beternak puyuh petelur. Karna memang bibit FS sudah dapat dipastikan tingkat ke akuratannya. kalupun meleset kemungkinannya sangat kecil, paling hanya 3-5% dari jumlah populasi.

No comments:

Post a Comment