Benih dan Harga Jual Gurame di Purwakarta

Benih Ikan Gurame dijual dalam berbagai ukuran, dari mulai telor gurama, ukuran butir beras, ukuran satu jari, ukuran dua jari, ukuran 3 jari sampai ukuran 5 jari. Ukuran untuk benih yang paling besar biasanya sampai 5 jari dan bisa dipelihara dalam waktu 5 bulan lagi sudah bisa dipanen dan dijual sebagai ikan konsumsi yang biasa di jual di restoran restoran.

Harga benih gurame bisa berubah ubah sewaktu waktu sehingga tidak bisa dipastikan harganya, terutama harga telornya, karena peternak ikan masih mengandalkan perkawinan secara alami dan tergantung sekali dengan cuaca atau iklim pada saat gurame dipijahkan.

Monday, February 27, 2017

Jual Embrio Puyuh dan Telor Tetas

Embrio burung Puyuh biasa digunakan sebagai umpan memancing ikan lele dan patin. Biasanya digunakan sebagai umpan pada saat memancing ikan tersebut karena baunya yang amis sehingga mengundang ikan untuk memakan umpan tersebut.

Embrio ini juga sering digunakan sebagai umpan pada lomba memancing ikan lele Dan patin pada pemancingan galatama yg memasukkan ikan lele dan patin ke kolam pemancingan mereka. 

Bagi yg memerlukan embrio burung Puyuh maupun telor tetas burung puyuh bisa memesan ke saya di 081909596639. Tentunya harus pesan dahulu karena stok terbatas. Saya memproduksi setiap hari Jadi penyrdiaan barang akan disesuaikan berdasarkan nomor urut pesenan.  Harga tergantung Jumlah pesenan makin banyak harga bisa diskon sedikit. 


Sunday, August 7, 2016

Belajar Memelihara Burung Puyuh

Dalam blog ini saya sudah menulis tentang budidaya ikan gurame berikut dengan bermacam macam kesulitannya dalam memelihara ikan gurame dari telor. Saya juga sudah mencobanya dari menetaskan telor sampai mencapai gurame dewasa hanya saja tidak sampai bertelor. Mengapa kok kemudian jadi menulis tentang budidaya burung puyuh, ini bukan tiba tiba saja berubah dan tanpa sebab. Setelah beberapa kali mencoba ternyata anak anak ikan gurame akan cepat besar jika kolamnya dipupuk dengan kotoran burung puyuh tetapi jangan berlebihan karena kalau terlalu banyak masuk ke dalam kolam ikan gurame akan mati keracunan karena terlalu busuk airnya. Malahan jika bisa mengatur dengan pas dalam memelihara ikan gurame tidak perlu membeli makanan karena sudah disuply dengan kotoran burung puyuh. Selain itu juga bisa diterapkan untuk memelihara larva ikan patin, hasilnya memang tidak terlalu memuaskan dari 100 ribu larva ikan patin baru bisa hidup 5000 ikan patin tanpa perlu diberi makanan tambahan sampai usia benih dijual.

Buruang Puyuh
Nah setelah mencoba untuk belajar memelihara burung puyuh sendiri, baru permasalahan baru dalam memelihara burung puyuh timbul seperti masalah kotoran burung yang menumpuk, bau yang menyengat, ukuran telor yang tidak seragam, memberi makanan yang merepotkan, membuang kotoran yang bikin capek, memberi minuman yang bikin capek sampai bagaimana memisahkan puyuh jantan dan betina, bagaimana mengenali telor fertil dan non fertil. Banyak hal yang tidak sulit tetapi kalau belum pernah mengenal dan belajar tentunya akan awam dan tentu saja jadi gak tahu.

Nah dari banyak masalah yang timbul kemudian kita selesaikan satu per satu, ternyata yang paling merepotkan adalah masalah kotoran burungnya. Sehingga kemudian perlu untuk mencoba berbagai cara untuk memanfaatkan kotoran burung ini agar tidak menumpuk. Antara lain mencoba membuat pupuk cair dari kotoran burung, membuat kompos dari kotoran burung, menanam bawang merah di Polybag, menanam kangkung di atas stereroform dan lain sebagainya. Itu semua dalam rangka mengolah dan memanfaatkan kotoran burung puyuh. Tentu tidak semua percobaan tersebut berjalan sukses ada beberapa yang tidak berhasil tetapi beberapa berhasil dicoba dan memanfaatkan kotoran burung puyuh.

Kotoran Burung Puyuh
Jadi dalam belajar memelihara burung puyuh yang jumlahnya ribuan tidak memerlukan tempat yang luas tetapi membutuhkan lahan yang luas buat memanfaatkan kotorannya, nah ini yang bisa menjadi kendala dan mahal harganya. Bisa bisa usaha kita berhenti ditengah jalan gara gara dikomplen warga. Jadi sebelum kita benar benar ingin membesarkan usaha burung puyuh ini kita harus bisa menyelesaikan permasalahan yang akan timbul nantinya. Kita tidak bisa mengandalkan orang lain yang akan mengambil kotorannya karena begitu mereka berhenti mengambil, burung kita akan tetap mengeluarkan kotoran setiap harinya.

Friday, July 15, 2016

Belajar Menanam Bawang Merah

Dalam belajar menanam bawang merah ini aku menggunakan beberapa tempat yang berbeda, yaitu:

1. Menggunakan polibag ukuran 15 cm
2. Menggunakan kaleng bekas cat 5 kg
3. Menggunakan plastik aqua bekas tapi ini yang agak besar dikit
4. Dibiarkan di tanah yang bercampur pupuk lembab.

Media yang digunakan semuanya mirip mirip, tanah + kompos + arang sekam + pasir sedikit. Jadi dalam percobaan ini saya belum membeda bedakan media, hanya tempatnya saja yang berbeda karena ukurannya yang berbeda, sedangkan treatment pemupukan nantinya adalah sama, semua menggunakan pupuk cair buatan sendiri dari kompos kotoran burung puyuh dan sedikit pupuk NPK.

Percobaan dimulai tanggal 5 Juli, penanaman ada yang tanggal 5 Juli dan ada yang 7 Juli, serta ada yang tanggal 9 Juli.

Hasil yang sudah didapat:

  1. Akar bawang akan tumbuh pada hari ke 3 secara rata rata pada beberapa tanaman sama hanya jika media terlalu basah pertumbuhan akar akan terganggu dan akan lebih lembab dan malah bisa gak jadi tumbuh dan busuk.
  2. Pertumbuhan akar bawang akan bisa teramati jika ditanam di plastik aqua bekas bisa dilihat pada gambar dibawah.
  3. Daun bawang baru mulai keluar setelah tanaman berusia 10 hari yaitu pada hari ini tanggal 16 Juli 2016 seperti terlihat pada gambar dibawah.





Bawang Merah Usia 1 Minggu Tanam

Bawang Merah Usia 10 hari tanam

Dengan memotong bagian ujung bawang merah pertumbuhan daun bisa lebih cepat sekitar 5 hari sudah terlihat mulai tumbuh asalkan beberapa persyaratan bisa terpenuhi seperti:
  1. Kelembababan media tanam sesuai dalam hal ini tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering, jadi kalau dilahan terbuka hal ini akan susah terjadi karena hujan dengan bebas bisa menerpa tanaman yang baru ditanam sehingga malah menghambat pertumbuhan daun pertama.
  2. Media tanam sudah cocok untuk tumbuhan dalam hal ini kompos sudah benar benar jadi sehingga dapat menyatu dengan tanah dan bersifat menyuburkan tanah, apabila kompos belum jadi maka dapat saja menghambat pertumbuhan akar sehingga daunpun akan lambat tumbuhnya. Umbi bawang yang ditanam bisa saja malah mati karena kompos masih mengeluarkan gas gas yang membusuk.
  3. Bibit yang kita tanam memang kualitasnya masih bagus jadi memenuhi persyaratan sebagai bibit, jika bibit terlalu tua atau terlalu muda bisa saja jadi lebih lama tumbuhnya.
Gambar diatas saya ambil tanggal 16 Juli 2016 pagi hari belum terlihat terlalu jelas daun yang tumbuh kira kira baru 0,5 cm dan pada hari ini tanggal 17 Juli 2016 malam jam 19:00 saya ukur daun bawangnya sudah setinggi 4,5 cm pertumbuhan yang sangat cepat. dalam 36 jam sudah bertambah 4 cm, jadi pertumbuhannya 1 cm per 9 jam. Sedangkan pada tanggal 18 Juli 2016 jam 20:00 panjangnya sudah mencapai 7 cm jadi sudah nambah 2,5 cm.

Hal yang sering terjadi pada penanaman umbi bawang merah yaitu akar sudah tumbuh tetapi pertumbuhan daun terhambat karena bagian atas sudah mulai membusuk, ini bisa terjadi disebabkan karena kondisi media tanam yang tidak cocok atau terlalu basah atau umbi terkena siraman air bisa juga air hujan sehingga bagian atas sudah mulai membusuk. Jika hal ini terjadi daun akan cepat tumbuh jika bagian atas yang membusuk dipotong sehingga daun akan mudah untuk keluar dari umbi. Untuk penanaman skala kecil kita bisa dengan mudah mengontrol penanaman bawang dengan terlebih dahulu membiarkan bagian akar tumbuh yaitu sekitar 3 hari, baru pada hari ke 4 bagian atas dipotong seperti pada gambar dibawah. Saya memotong bagian atas karena terlihat membusuk dan daun sulit untuk tumbuh, setelah dipotong dalam satu hari sudah terlihat pertumbuhan daun. Jadi penanaman bawang sebenernya bisa dipercepat dengan menumbuhkan daun pada hari ke 5 setelah tanam umbi.

Ujung Umbi dipotong setelah 3 hari

Apakah bawang akan bisa tumbuh besar di semua media? Bagaimana pertumbuhannya?  kita lihat nanti bersama pada blog saya selanjutnya.

Hasil yang didapat setelah dipanen sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan bawang merah yang ditanam di media terbatas seperti dalam gelas plastik (lebih besar dari aqua gelas) memang masing bisa tumbuh dengan subur dan dapat berbuah, tetapi tidak akan maksimal walaupun kita pupuk dengan pupuk organik cair dari larutan kompos kotoran puyuh dan dicampur NPK. Buah yang dihasilkan kurang maksimal dan perkembangan jadi terbatas karena tempat yang terbatas tentunya.
  2. Penanaman dalam polybag atau pot dengan ukuran yang lebih besar akan dapat menghasilkan pertumbuhan bawang yang maksimal karena ternyata bawang merah bisa berkembang sampai menjadi 10 cabang (buah) walaupun pada bawang bawang yang kecil akan bercabang hanya 4 dan bahkan hanya 2 saja. Bisa dilihat pada gambar dibawah.
Rumpun Bawang Merah


Nah itu gambar bawang yang sudah dipanen, lumayan agak besar besar, tetapi selain volume media yang berpengaruh terhadap besarnya buah bawang, ternyata bawang ini dipengaruhi musim. Pada musim kemarau buahnya kecil kecil bukan karena masalah kurang supply air tetepai juga karena memang cuaca yang panas sangat mempengaruhi pertumbuhan bawang, sehingga kalau kita beli bawang pada musim kemarau rata rata buahnya kecil kecil. Nah sekarang (Oktober) sudah musim hujan kalau kita beli di pasar banyak yang buahnya besar besar, nah ini dia hasil panenan di musim hujan.



Hal lain yang ingin saya coba mengenai tanaman bawang ini adalah bagaimana jika bawang ditanam dari tanaman yang sudah tumbuh, yaitu dengan memecah rumpun bawang merah yang sudah tumbuh dan membentuk umbi kemudian kita pecah pecah ke tempat yang baru apakah hasilnya bagus. Mari kita coba....

Dibawah ini adalah asal rumpun bawang merah seperti gambar diatas yang ada keterangannya rumpun bawang merah.

Kebetulan dari bawang merah yang sudah tumbuh di bekas kaleng cat diatas beranak menjadi 10 anak bawang merah jadi sebagian dipanen sedangkan sebagian lain dipindah ketempat yang baru menjadi seperti dibawah ini.


Perbanyakan dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2016, apakah akan berbuah dan seberapa cepat akan membentuk umbi bawang yang baru, lebih lama apa lebih cepat? Coba kita tunggu bersama.....

Selamat mencoba ..................

Monday, July 4, 2016

Buku Panduan Pemeliharaan Burung Puyuh

Saya mencoba akan mengulas mengenai buku panduan memelihara burung puyuh yang sudah saya baca dan sudah mencoba menerapkannya dalam percobaan menernakan burung puyuh dari mulai menetaskan telor puyuh sampai membuat indukan burung yang berkualitas menurut kriteria tertentu.

Saya sudah menjalani selama kurang lebih Satu Setengah tahun dalam melakukan percobaan memelihara burung puyuh ini, dari burung puyuhnya, jenis makanannya, kandangnya, sarana pemeliharaan seperti tempat minum tempat telor, lingkungan pemeliharaan burung puyuh, percobaan dengan cuaca yang ekstrim,  tempat pembuangan kotoran yang praktis sampai mencoba menseleksi indukan untuk dijadikan induk burung puyuh petelor sekaligus yang disukai jika dipotong karena beratnya cukup besar yaitu 3 ons. Buku panduan pemeliharaan burung puyuh dan bacaan dari beberapa sumber di Internet tentang belajar budidaya burung puyuh saya jadikan referensi dalam percobaan saya ini.

Dengan pengalaman yang sudah saya jalani dan dengan melakukan pencatatan tentunya sehingga data bisa dibandingkan, dengan waktu Satu Setengah tahun bukanlah menjadi seorang yang sudah ahli dalam memelihara burung puyuh tetapi justru semakin tahu ada banyak hal lain yang perlu dicoba, dan ini masih membutuhkan waktu paling tidak 2 atau 3 tahun lagi baru bisa dibilang ahli dalam memelihara burung puyuh.

Banyak peternak memelihara burung puyuh tapi tidak melakukan experiment, atau bahkan tidak berani melakukan eksperimen karena takut rugi atau takut tidak bertelor, sehingga walaupun bertahun tahun memelihara burung puyuh mereka masih tetap amatir, berbeda dengan percobaan dengan macam macam metoda mereka malah jadi semakin paham akan kelemahan dan banyak hal yang harus dikembangkan dan semakin ahli dalam memelihara burung puyuh maupun ternak yang lain.

Bagi para pebisnis jangan sekali kali langsung mencoba bisnis berternak ataupun berkebun dalam skala besar hanya berdasarkan buku panduan yang dibeli di Toko Buku, karena sebagian besar dari buku tersebut hanya berdasarkan pengamatan, jadi bukan berdasarkan pengalaman maupun percobaan, sehingga buku buku tersebut sama sekali belum bisa dijadikan pegangan dalam budidaya apapun. Karena buku buku tersebut masih sangat dasar tapi tidak mendasar, banyak sekali point point penting dan sangat krusial yang belum ditulis dalam buku buku tersebut sehingga jika dijadikan panduan bisa berakibat fatal karena rugi besar. Mengikuti cara cara petani tradisional juga kita harus hati hati karena mereka tidak pernah melakukan percobaan dalam skala kecil yang mudah diamati dan disimpulkan, mereka hanya praktek budidaya dan seringkali hasilnya tidak memuaskan.

Berkebun itu lebih rumit dari pada beternak karena rentang waktunya dari mulai tanam sampai berbuah lebih lama dibanding misal berternak burung puyuh yang hanya memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan dari mulai penetasan telor sampai burung bertelor. Sedangkan tanaman rata rata butuh waktu semai 1 bulan dan waktu tanam sampai berbuah butuh waktu 3 bulan jadi total waktunya 4 bulan minimal. Juga dalam bertanam variabelnya lebih banyak dibanding berternak, ternak burung tidak bergantung pada musim sedangkan tanaman sangat bergantung pada musim, sehingga dalam satu tahun hanya punya kesempatan pada musim tertentu saja untuk bisa bertanam, sehingga pengetahuan akan tanaman tersebut menjadi terputus dan menunggu. Bagi petani biasa hal ini tidak akan berkesinambungan sehingga pengetahuan bertaninya akan minim sekali. Mereka hanya melakukan penanaman dengan cara cara yang seperti biasa mereka lakukan walaupun berganti musim, sehingga hasilnya tidak optimal, sedangkan buku petunjuknyapun tidak ada yang sempurna.

Sebenarnya untuk tanaman skala luas seharusnya hanya mengikuti musim saja dan tidak bisa dipaksakan untuk menanam karena hasilnya tidak optimal. Sebenarnya petani juga sudah paham tetapi mereka tidak punya pilihan lain sehingga tetap menanam tanaman tersebut pada musim yang tidak cocok sehingga hasilnya bisa gagal panen. Pada masa masa sulit sebenarnya petani mending melakukan pencegahan terhadap kegagalan panen yang lebih ketat dengan skala tanam yang lebih sempit sehingga lebih mudah dikontrol dan kemungkinan kerugian menjadi kecil.

Nah sekian saja sedikit petunjuk mengenai penduan dalam beternak burung puyuh maupun dalam bertani, mudah mudahan bermanfaat.

Monday, March 28, 2016

Memelihara Larva Ikan Patin

Cara memelihara larva ikan patin, memang tidak gampang. Kalau kita search di Internet ini hampir semua website mengatakan bahwa larva ikan patin diberi pakan berupa plankton yang dibudidaya dengan cara membiakan telur artemia. Nah benih artemia ini harganya bisa dibilang mahal sekali.



Saya search iklan di Internet ini per kemasan 10 gram harganya Rp. 32.000 ini bukan harga yang murah untuk jumlah 10 gram. 1 kg sama dengan 1000 gram, sedangkan benih ikan patin akan memakan sekitar sama dengan bobot tubuhnya per harinya untuk yang masih kecil, la kalau kita memelihar 1 kg larva saja untuk maka kita membutuhkan makanan 1 kg artemia juga. La berapa biayanya. ini bisa mahal sekali.

Asal muasal ikan patin itu adalah dari sungai di kalimantan, maksudnya sungai yang airnya tawar dan berkembang biak dengan makanan yang ada di sungai bukan dari laut. Mungkin kalau hidup di muara sungai bisa saja makanannya berasal dari laut, tapi pada dasarnya ikan patin bisa hidup di air tawar dengan makanan yang berasal dari air tawar bukan dari air asin. Sedangkan artemia berasal dari laut dan masih import dari Amerika sehingga harganya mahal.

Larva ikan patin bisa hidup dengan memakan plankton air tawar maka sebaiknya disediakan saja makanan plankton yang berasal dari kolam itu sendiri dan tidak perlu membeli benih plankton karena kolam yang subur otomatis akan timbul milyaran plankton di kolam tersebut dan kita tidak perlu membeli bibit plankton.

Larva ikan patin dijual dengan harga Rp. 5 ini harganya bisa terlalu mahal, tapi mungkin karena menggunakan obat suntik yang biayanya relatif mahal sehingga larvanya juga mahal. Padahal ikan patin secara alami juga akan bertelor dan kawin, jadi gak perlu disuntik suntik, seperti halnya ikan lele yang secara alami akan bertelor, hanya kita harus rajin memindahkan induknya jika sudah bertelur sehingga telurnya tidak dimakan.

Sunday, December 27, 2015

Membasmi Berbagai Kutu pada Tanaman

Kalau kita menanam sayuran baik yang berbuah maupun yang tidak berbuah tentu akan banyak menemui kendala, yaitu hama dan penyakit. Dari hama yang terlihat maupun hama yang tidak terlihat oleh mata atau hampir tidak terlihat. Hama yang terlihat ini kadang munculnya sengaja pada saat kita atau pemilik atau pengurus kebun sedang tidak di tempat, mereka akan segera muncul. Sedangkan hama dan penyakit yang lainnya akan menyerang kapan saja.

Kalau mau langsung efektif untuk membrantas hama dan penyakit dengan obat obatan seperti fungisida, herbisida, pestisida dan insektisida sudah banyak dijual di toko toko tanaman. Tapi tentunya harganya bisa mahal dan tidak aman. Saya hanya menggunakan obat obatan murah yang bisa disediakan sendiri, seperti garam dapur, sulfur (belerang), kapur, cairan kompos yang masih bau dan minyak sayur dan minyak tanah.

Khusus untuk membasmi kutu yang di tanah dan di daun akan sangat efektif jika menggunakan minyak tanah, tetapi kalau terlalu pekat tentu tanaman juga bisa mati. Jenis kutu-kutu yang sudah aku coba semprot seperti kutu trips, kutu hitam yang ada di tanah dan kutu merah yang sering muncul pada kompos kering dan gatal sekali kalau digigit kutu ini. Dengan disemprot minyak tanah maka kutu ini langsung habis, tapi jangan sampai menyemprot tanaman karena tanaman akan segera layu dan mati. Dengan dosis yang diatur konsentrasi sangat kecil bisa membantu untuk membasmi jenis semua kutu ini. Kalau mau minyak tanah dilarutkan dulu dalam air dengan mencapur dengan sabun detergen, maka minyak tanah bisa larut dalam air. Tapi ingat dosisnya harus dicoba dari yang sekecil mungkin serperti 1 ml minyak tanah ditambah dengan 10 liter air dan deterjen. Nah selamat mencoba .....

Thursday, December 17, 2015

Menanam dalam Polybag dengan sistim Otomatis

Menanam cabe dan tanaman sayuran bisa dilakukan dengan system otomatis, maksudnya kita menanam tapi cara memberi pupuk dan perawatannya gak perlu repot. Hal yang paling repotnya adalah membuat ramuan kompos dan memasukkan ke dalam polybagnya.

Setelah jadi kemasan pupuk dalam polybag penyiraman dan pemupukan dikonsentrasikan melalui selang yang mensuply semua kebutuhan air dan pupuk. Untuk membuat perawatan seminimal mungkin intinya adalah perlu menyiapkan media tanam yang higienis, kompos dan media tanam dicampur dulu dengan sulfur dan kapur. Gunanya agar tidak diserang tikus dan sebangsanya (sulfur berfungsi sebagai pestisida). Kapur berfungsing sebagai peyedia kalsium dan penetral pupuk kompos yang membusuk karena bersifat asam.

Campuran kompos sebaiknya ada arang sekam karena banyak pori porinya yang bisa menyediakan oksigen, dan abu sekam bisa menyediakan Kalium yang dibutuhkan tanaman untuk pembentukan buah. Kalau semua campuran sudah siap semua polybag ditaruh diatas plastic mulsa agar hama kutu pada terbang takut terkena sinar yang memantul dari plastic mulsa. Kalau sudah begitu semua polybag berada dibawah instalasi slang pensuply semua kebutuhan air dan pupuk. Untuk pupuk cair saya menggunakan kotoran burung puyuh, bisa lihat di cara membuat pupuk cair.

Kalau sistemnya sudah terbentuk maka usaha menanam dalam polybag menjadi sederhana karena gak repot menyiram satu satu, dan memberi pupuk satu satu. Pupuk cair dari kompos tanaman yang dilarutkan. Setiap hari kran yang masuk ke slang air dibuka cukup lima menit kalau aliran lancar maka air yang menetes ke tanaman sudah cukup. Agar slang tidak menyumbat sebaiknya slang tidak terkena matahari langsung atau jangan memilih yang berwarna bening karena tembus sinar matahari yang menyebabkan tumbung lumut, lumut ini bisa menyumbat.

Tangki pensuply air dan kebutuhan pupuk cair tanaman harus diberi saringan kotoran dan saringan pasir sehingga tidak ada kotoran yang masuk kedalam selang air, sehingga gak pernah tersumbat di dalam selang tapi kalau tersumbat hanya di keluaran tangkinya saja, tapi kejadian ini akan sangat lama karena ada saringan pasir. Tangki penampung ini posisinya lebih tinggi dari semua tanaman lebih tinggi lebih bagus karena tekanan airnya akan lebih kuat dan gak perlu pompa. Tangki sebaiknya tidak tembus cahaya Karena bisa menyebabkan tumbuh lumut dan membentuk kotoran yang bisa menyumbat.

Kalau semua sudah terinstalasi, maka kerjanya sehari hari hanya perlu beberapa detik saja sambil menunggu tanaman berbuah. Hanya sekali kali menambah tandonan air dengan menambah sedikit pupuk cair, tahu tahu sudah berbuah.

Untuk pencegahan agar tanaman tidak terserang hama dan penyakit sekali kali disemprot dengan larutan biji mahoni dan sekali kali dengan larutan bretowali. Hama hama biasanya gak tahan karena pahit. Nah selamat mencoba....